Slideshow & Gathering

April 30th, 2008

Kawans pemburu cahaya,

Bersiaplah untuk datang dengan portfolio anda di acara bulanan Slideshow & Gathering

Seperti biasa lokasi di cafe toko Buku Togamas Diponegoro, Jum’at 2 Mei 2008, mulai jam 18.45 wib.

Salam dahsyat!!

Pesawatku

March 27th, 2008

fotoutama.jpg

“Pesawat-pesawat ini milik rakyat, dan dipercayakan kepada TNI-AU.Silakan melihat-lihat bagaimana kami menjaga dan menggunakan kepercayaan rakyat”.

Sejak pagi, ratusan warga desa Ponggok, Kabupaten Blitar berduyun-duyun menuju lapangan desa. Hari yang istimewa bagi warga desa karena akan ada atraksi terjun payung dan lintas pesawat.
Mereka, warga desa memiliki kesempatan melihat dari dekat pesawat yang dibayar dari pajak rakyat. Dari arah selatan desa, lima pesawat Hercules dari pangkalan TNI AU Abdurahman Saleh, Malang,  terbang rendah di atas desa mereka. Lambaian tangan dan gemuruh teriakan gembira menyambut sang penjaga langit Nusantara itu.
Peristiwa ini menjadi penting bagi TNI AU sebagai institusi yang lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat.
Sebuah kado berharga untuk ulang tahun TNI AU yang ke 62 pada 9 April 2008.

Selengkapnya disini

naskah/foto: Mamuk Ismuntoro

Dialog Lampion

February 28th, 2008

screen

Minggu sore (24/02) langit Surabaya berawan, termasuk kawasan Kembang Jepun. Ratusan orang sudah berada di pintu gerbang barat kya-kya untuk persiapan parade lampion massal. Sebuah acara disiapkan untuk merayakan Cap Go Meh.

Lampion di tangan tiap peserta parade seperti titk-titik merah di tengah jalan Kembang Jepun. Menjelang petang, titik merah lampion bertambah banyak, lalu-lalang, kemudian berbaris sebelum berjalan bersama di tengah rintik hujan.

Hari raya Cap Go Meh juga disebut Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa Tionghoa. Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni, maka festival ini juga disebut sebagai “hari raya lampion”.

Minggu sore itu, lampion menjadi dialog bagi masyarakat Tionghoa dengan warga Surabaya lainnya. Dialog hangat di tengah kota yang sarat dengan persimpangan kultur.

Selengkapnya disini

Mengenal Kembali Indonesia Lewat Foto

February 5th, 2008

 

pam-prancis02.jpg

 

Kawans, barangkali belum banyak tersiar kabar tentang pameran foto Indonesia di UNESCO, Paris - Prancis November 2007 lalu. Acara yang diprakarsai Perhimpunan Pelajar Indonesia Paris dan Talents Caches d’Indonesie menampilkan sekitar 21 foto bertema seni, budaya dan kehidupan sehari-hari.

Pameran foto yang digagas sejak pertengahan tahun 2007 ini menarik bagi beberapa amatir dan professional fotografer Indonesia. Lendy Widayana, fotografer Indonesia Discovery (IDD) Research & Documentary mengungkap bahwa ini bukan sekadar ajang pamer visual, namun juga medium memperkenalkan kembali Indonesia yang lebih maju.

Dalam kurasi awal, sebagian besar foto menawarkan dua sisi klasik Indonesia, yaitu keindahan alam dan kemiskinan. Lalu muncul usulan untuk memperkenalkan Indonesia yang lebih maju dan berbudaya, yang kemudian dirangkum dalam judul pameran : Beauty & Beyond.

pam-prancis01.jpg

Kemudian, peserta pameran kembali mengirimkan foto-foto yang lebih dinamis seperti penerapan Teknologi Informasi atau perajin tenun Baduy.

Menurut saya, media dan orang asing pasti telah akrab dengan keindahan dan kemiskinan yang ada di belahan Indonesia”, namun tidak banyak yang tahu keragaman budaya dan kemajuan yang dicapai Indonesia. Sisi ini yang saya kira wajib ditawarkan untuk diapresiasi bangsa lain, bukan hanya kemiskinan negara dunia ke tiga yang kerap hinggap saat menyebut Indonesia.

Hal ini sempat saya diskusikan dengan ketua pameran Cindy Rianti dan Farhan Muhammad ( keduanya adalah mahasiswa Indonesia di Prancis ) saat bertemu di Jakarta pertengahan tahun 2007 lalu.

Maka, berkat usaha kawan-kawan pelajar Indonesia yang didukung oleh Kedubes RI di Paris dan fotografer partisipan pameran, terwujudlah “pameran kecil” yang menjadi oase bagi fotografi Indonesia dan jati diri bangsa.

Pameran dihadiri oleh Duta besar RI untuk Prancis, direktur UNESCO, Duta Besar Pakistan untuk UNESCO, Duta Besar Maroko untuk UNESCO dan beberapa tamu negara lain.

*foto-foto oleh: Iwan (PPI-Paris)

 

 

Fotojurnalis Indonesia Menang di Ajang Photoshare Annual Contest

February 3rd, 2008

Kawan’s, di tengah hiruk pikuk peristiwa dalam negeri, ada kabar baik bagi dunia fotojurnalistik Indonesia. Inilah satu-satunya fotojurnalis Indonesia, yang Januari lalu telah memperoleh penghargaan dari Information & Knowledge for Optimal Health (INFO) Project yang menyelenggarakan acara tahunan Photoshare Photo Contest .

bronto-winner.jpg


Sumaryanto Bronto, fotojurnalis muda yang masih tercatat sebagai mahasiswa Arkeologi semester akhir di UGM ini menyabet penghargaan foto terbaik untuk kategori “Democracy & Governance” untuk foto tunggalnya yang menggambarkan aksi pelajar Papua di Jogyakarta.

Photoshare Photo Contest terbuka bagi fotografer amatir maupun professional yang tahun 2007 lalu diikuti oleh sekitar 347 peserta dari 92 negara.